PEDULI KESEHATAN, TPK KOJA LAKSANAKAN MEDICAL CHECK UP BAGI PEKERJA

 

 

Posted in Corporate News on Dec 15, 2017

Terminal Peti Kemas Koja (TPK KOJA) kembali melaksanakan program pemeriksaan kesehatan (Medical Check-Up/MCU) bagi seluruh pekerja. Kegiatan tersebut yang kali ini bekerja sama dengan RS. Port Medical Center (PMC), Jakarta Utara dilaksanakan selama empat hari, mulai 11 – 14 Desember 2017, bertempat di Ruang Anjungan Gedung TPK KOJA lantai 5.

Atta Bramantyo S., Manager Sumber Daya Manusia (SDM) TPK KOJA mengatakan MCU merupakan program rutin perusahaan yang bertujuan untuk memenuhi kesejahteraan pekerja. “Ini adalah program rutin perusahaan dalam rangka memenuhi kesejahteraan pekerjanya. Perusahaan memberikan fasilitas yang maksimal sehingga harapannya pekerja menjadi sehat dan tentunya berdampak positif terhadap perusahaan serta pelanggan,” kata Atta.

Perusahaan, kata Atta, sangat peduli terhadap kesehatan pekerjanya. Gangguan kesehatan, selain mengganggu individu pekerja, juga akan berdampak pada kinerja perusahaan. MCU penting untuk mengetahui kondisi kesehatan pekerja sehingga jika ditemukan adanya gangguan kesehatan bisa langsung mendapatkan penanganan. “Hasilnya nanti akan memberikan potret kondisi kesehatan pekerja, yang kemudian akan ditindak lanjuti oleh masing-masing pekerja sesuai rekomendasi hasil MCU,” katanya.

Lebih lanjut, Atta menjelaskan bahwa perusahaan memberikan layanan kesehatan maksimal kepada para pekerja. Selain MCU, kepada pekerja dan keluarga yang menjadi tanggungannya diberikan pula pelayanan kesehatan di beberapa Rumah Sakit yang menjadi provider sesuai dengan tempat tinggal pekerja dengan menggunakan kartu berobat yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta.

Natais Zuraida,  Supervisor Kesejahteraan TPK KOJA mengatakan program MCU sudah dilaksanakan sejak awal TPK KOJA beroperasi. Awalnya MCU untuk pekerja operasional dilakukan setiap tahun dan pekerja yang bekerja di office dilakukan setiap dua tahun sekali. Namun kemudian berdasarkan peraturan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) mewajibkan perusahaan melakukan MCU kepada pekerja setiap tahun.

Menurut Zuraida, program ini memberikan banyak manfaat, bukan hanya bagi pekerja, tetapi juga untuk perusahaan. Hasil MCU dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. “Manfaatnya banyak sekali. Selain untuk pekerja, juga untuk perbaikan lingkungan kerja,” ujarnya.

Sebagai contoh, Zuraida menjelaskan, bahwa dari hasil Laporan MCU Tahun 2005 ditemukan bahwa 19% (76 peserta) pekerja yang mengikuti MCU (177 peserta) terindikasi gangguan fungsi hati dan 61% dari 19% (76 peserta) sejumlah 46 peserta MCU adalah pekerja operasional. Dari hasil MCU tersebut, perusahaan pada saat itu menindak lanjutinya dengan membuat tempat istirahat di lapangan dan memberikan 1 (satu) liter air mineral yang dibawa ke tempat kerja bagi pekerja operasional.

Zuraida pun berharap kedepannya, jumlah pekerja yang ikut berpartisipasi dalam MCU terus bertambah dan tingkat gangguan kesehatan para pekerja semakin dapat diminimalkan dengan menjaga pola makan yang sehat, gaya hidup yang tidak berlebihan, tidak stress dan menggunakan waktu istirahat yang cukup, terutama bersama keluarga tercinta.