TPK KOJA GELAR SUPPLIER MEETING DAN SURVEI KEPUASAN SUPPLIER 2017

 

 

Posted in Corporate News on Nov 23, 2017

Terminal Petikemas KOJA (TPK KOJA) menggelar “Survey Kepuasan Supplier” untuk mengukur kerjasama antara perusahaan dengan para supplier guna mewujudkan Good Corporate Governance dan menciptakan win win partnership antaraTPK KOJA dengan Supplier yang selama ini mendukung kegiatan operasional  TPK KOJA. Dalam survei tersebut, sejumlah parameter atau hal yang ditanyakan kepada Supplier antara lain mengenai profitability kerjasama dengan TPK KOJA, transparansi dan profesionalisme proses pengadaan barang dan jasa di TPK KOJA, fairness pembuatan kontrak kerjasama serta hal lain yang berkaitan dengan tranparansi dan keterbukaan proses pengadaan di TPK KOJA.

Ahmad Sumbalawi, Manager Pengadaan TPK Koja, menjelaskan bahwa survei kepuasan supplier ini merupakan bagian dari progam Supplier Meeting TPK KOJA 2017 yang kali ini mengambil tema Survey Kepuasan Supplier. Program ini merupakan program tahunan TPK KOJA yang telah dimulai sejak 2014. Maksud dan tujuan program ini adalah untuk melihat perjalanan kerjasama antara supplier dengan TPK KOJA. ”Kami ingin menerima masukan bagaimana persepsi supplier terhadap proses transparansi dan professionalism pengadaan di TPK KOJA, apa yang perlu kami perbaiki dalam proses Pengadaan selanjutnya” ujarnya usai acara Supplier Meeting TPK KOJA 2017 yang berlangsung pada 21 & 22 November 2017 di Lantai 5 gedung TPK KOJA, jln. Digul No.1 Koja Jakarta Utara .

Menurut Sumbalawi, program supplier meeting adalah program tahunan dimana setiap tahunnya program ini selalu memunculkan tema yang berbeda sesuai dengan kondisi saat itu. Pada 2014 di Hotel Cempaka Jakarta, TPK KOJA menggelar supplier meeting untuk memberikan gambaran atau sosialisasi mengenai Prosedur Pengadaan Barang Dan Jasa TPK KOJA. Dimana dengan sosialisasi tersebut diharapkan supplier dapat mengikuti proses pengadaan secara baik.

Kemudian di 2015, saat mereka mulai mengerti prosedur, tema supplier meeting diubah menjadi Sosialisasi Supplier Rating Atau Proses Penilaian Kinerja Supplier dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja supplier dengan memberikan target KPI (Key Performance Indicator) untuk mengukur kinerjanya dalam kurun waktu tertentu.  Dalam kesempatan supplier meeting 2015 tersebut, kami juga mensosialisasikan program whistleblower dengan mengundang Kepala Internal Audit IPC Pusat untuk mencegah KKN di lingkungan TPK KOJA.

Pada 2016, lanjut Sumbalawi, program supplier meeting dilakukan secara khusus, yakni berupa penganugerahan supplier award kepada pemasok yang memberikan kontribusi terbesar kepada TPK KOJA. “Waktu itu ada dua calon kuat pemenang penghargaan atau supplier award. Pertama supplier solar yang telah memberikans ervicenya dengan program consignment stock dan FMS (Fuel Management System). Dengan Program consignment stock dan penggunaan FMS (Fuel Management System) ini, perusahaan dapat menurunkan konsumsi solar secara signifikan (dari sebelumnya 400KL per bulan menjadi dibawah 300 KL per bulan).

Calon pemenang kedua adalah PT Boveri Indonesia (Agent ABB Product) yang telah memberikan kontribusi yang sangat besar terkait program penghematan biaya listrik. “Jadi kita sewa beli alat, namanya “capasitor bank” yang berfungsi untuk menstabilkan arus tegangan listrik (Kvar). Sebelumnya KSO TPK KOJA selalu membayar biaya Kvar kepada PLN karena arus listrik yang tidak stabil (naik-turun) akibat pola kerja alat produksi seperti crane dan yang lainnya. Biaya Kvar per bulan sekitar 600 juta dari tagihan sekitar 1,6 milyar. Setelah pemasangan capasitor bank, biaya Kvar menjadi 0 rupiah. Penyerahan supplier award dilakukan oleh Manajemen TPK KOJA dengan disaksikan oleh seluruh supplier.

Pada 2017 ini, TPK KOJA melakukan survei resmi untuk mengukur tingkat kepuasan supplier. “Kami mencari semacam persepsi mereka tentang TPK Koja. Yang dinilai oleh mereka itu mengenai transparansi. Ada tidak KKN di sini? Mengenai kontrak, apakah adil? Mengenai pembayaran, apakah sudah baik? Mengenai profitabilitas, apakah mereka senang berdealing dengan TPK KOJA, apakah mendapat keuntungan yang wajar, atau terlalu besar, atau bahkan tidak untung. Hal itu yang kita ingin tahu dari mereka,” ujarnya.

Menurut Sumbalawi, survei kepuasan supplier ini akan memberikan dampak bagi TPK KOJA berupa masukan dari para supplier. “Apa kekurangan kita? Apakah kita sudah sesuai hokum dan prosedur yang ada? Apakah kontraknya sudah mencakup memitigasi dari semua masalah? Apakah dalam melakukan lelang kita sudah fair? Kepuasan mereka terhadap TPK KOJA akan berdampak positif bagi TPK KOJA pula, terlebih lagi hal ini merupakan suatu hal yang standar dan umum di era sekarang ini. Disamping itu, ini merupakan suatu kewajiban atau prasyarat dalam sertifikasi ISO 9001:2015,” tegasnya.(*)