 | WASPADA FLU BABI !! |
Kira-kira gimana ya kalau Flu Babi/Swine Flue, mampir di pelabuhan kita?
Apa yang akan kita lakukan? Rame-rame pake masker atau rame-rame mengurung diri? Waah..jangan sampai deh..memang sih kenyataannya, kemungkinan itu cukup terbuka.
Hal ini terutama disebabkan karena TPK KOJA merupakan salah satu gerbang keluar-masuknya barang (petikemas) sekaligus tempat keluar-masuk manusia dari berbagai Negara plus berbagai riwayat penyakitnya. Boleh jadi kita sendiri bingung apa yang harus dilakukan bila tempat kita bekerja terjangkit Flu Babi tersebut. Sampai saat ini tidak ada satupun jawaban yang bisa dijadikan panduan jika kasus Flu Babi benar-benar terjangkit di TPK KOJA.
Penyebabnya entah karena ketidak-tahuan atau ketidak-pedulian kita?
Pada tanggal 27 Jului 2009 lalu sempat terjadi kehebohan di TPK KOJA, saat itu kru kita sedang melayani penyandaran kapal dan tiba-tiba tersiar kabar di kapal tersebut ada kru kapal yang terjangkit Flu Babi. Waktu itu, kita hanya bingung dan tak tahu harus bagaimana. Maklum, sebelumnya kita belum pernah memperoleh pelatihan cara-cara penanggulangannya. Masker yang kita miliki pun hanya masker untuk perlindungan dari debu. Sedangkan masker untuk menangkis virus, belum kita miliki. Akhirnya dengan perasaan was-was kita tetap melanjutkan tugas. Selain belum memiliki masker penangkal virus, kita juga belum memiliki thermal detector untuk memantau suhu tubuh orang yang diduga terjangkit Flu seperti di bandara. Akibatnya, para kru kapal yang keluar-masuk kapal sama sekali tidak terlindungi dari virus. Padahal rekan-rekan kita yang bekerja di sisi kapal dan dermaga yang paling rentan terkena langsung penularan virus. Kita berharap lembaga Karantina kita dapat cepat mendeteksi jika ada hal-hal yang mencurigakan di atas kapal.
Tulisan berikut ini mencoba memberikan informasi mengenai Flu Babi beserta cara pencegahan dan penanggulangannya. Flu Babi, nama ini kembali mencuat setelah belakangan korban akibat keganasan flu ini kembali berjatuhan.
Flu Babi, sebenarnya bukan nama yang tepat, karena nama sebenarnya adalah Influenza A H1N1. Kasus ini pertama kali muncul pada tanggal 12 April 2009 di Meksiko. Virus Influenza A H1N1 ini belakangan menyebar dari manusia ke manusia, sama halnya seperti influenza biasa.
Cara penularannya melalui kontak langsung dengan penderita, baik saat berbicara, terkena percikan lendir batuk atau bersin (droplet infection), maupun melalui tangan atau permukaan benda lainnya yang terkontaminasi virus. Masa inkubasi virus berkisar antara 1-7 hari, sedangkan masa penularan berkisar antara 1 hari sebelum mulai sakit (onset) sampai 7 hari setelah onset. Namun puncak virus shedding (pengeluaran virus) terjadi beberapa hari pertama sakit.
Virus ini sudah menyebar ke 137 negara. Kemungkinan jumlah Negara yang terjangkit Influenza A H1N1 ini akan terus bertambah. Di Indonesia ancaman virus ini harus diwaspadai.
Orang yang terjangkit Flu ini menunjukkan gejala sebagai berikut : panas >38 derajat C, batuk, pilek, mual dan muntah, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan dan disertai diare.
Pencegahan :
Dalam rangka cegah tangkal maksudnya virus Influenza A H1N1 melalui Pelabuhan Tanjung Priok, maka pengawasan dan pemeriksaan kedatangan kapal harus melaui tahapan berikut :
1. Pemeriksaan kedatangan kapal dari Negara yang terjangkit Influenza A H1N1 dilakukan saat kapal sandar di dermaga dengan catatan harus ada surat pernyataan dari Kapten bahwa tidak ada kasus tersangka (suspect) penyakit Influenza A H1N1 di atas kapal. Apabila terdapat kasus suspect, maka pemeriksaan kedatangan kapal harus dilakukan di zona karantina (Quarantine Zone).
2. Pemeriksaan kedatangan kapal dari Negara terjangkit penyakit menular potensial wabah seperti Yellow Fever (Demam Kuning), Cholera, Pes, Meningitis (Radang Otak), Ebola (seperti Demam Berdarah), Poliomyetis (Lumpuh Layu) dilakukan di zona karantina ( Quarantine Zone).
3. Pemeriksaan kedatangan kapal dari Negara terjangkit dilakukan terlebih dahulu oleh petugas kesehatan Pelabuhan kelas 1 Tanjung Priok dan tidak dibenarkan petugas lain yang mendahului melakukan pemeriksaan kapal.
4. Semua petugas yang melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang dating dari Negara terjangkit termasuk penyakit Influenza A H1N1 wajib memakai APD (Alat Pelindung Diri).
5. Kapal yang datang dari Negara terjangkit, termasuk dari Negara terjangkit penyakit Influenza A H1N1, dipungut PNBP berdasarkan Negara terjangkit.
Yang Harus dilakukan :
1. Mencuci tangan setelah melakukan suatu aktifitas.
2. Memberikan pamflet yang menjelaskan tentang Influenza A H1N1 kepada masyarakat.
3. Menggunakan masker dengan baik.
4. Setelah digunakan, masker harus
disimpan dengan benar, jangan sampai jadi mainan anak-anak.
5. Jangan membuang masker yang sudah tidak terpakai ke tempat sembarangan.
6. Jangan dekat-dekat orang yang kena flu.
7. Melaksanakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat).
8. Tidur dan beristirahat yang cukup.
9. Makan makanan yang bergizi dan minum yang cukup.
10. Hindari tempat yang ramai.
11. Ambil jarak sepanjang lengan dari orang yang sakit.
Yang harus dihindari :
1. Meludah sembarangan.
2. Berjabat tangan dan berpelukan dengan orang yang diduga terjangkit virus.
3. Jangan mengkonsumsi obat tanpa berkonsultasi dengan Dokter.
Jika sakit :
1. Tutup mulut dan hidung jika batuk dan bersin.
2. Istirahat dan banyak minum air putih.
3. Diam di rumah dan batasi kontak dengan orang.
4. Pergi ke pelayanan kesehatan.
Jika merasa gejala terkena Influenza A H1N1, sebaiknya anda segera pergi ke kantor kesehatan Pelabuhan Kelas 1 di Jln. Raya Pelabuhan No. 17, Tanjung Priok, Jakarta Utara atau anda bisa menghubungi telepon 021.4393.1045, 021.437.3266. Anda bisa juga langsung ke RSPI (Rumah Sakit Penyakit Infeksi) Suryanti Suroso, di jalan Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, telepon 021.6506559 atau gawat darurat 021.6401.412.(Redaksi TEUs).
|
|
|
|
| |
|