 | BOOM..AWAS BOM !! |
Rabu, 17 Juli 2009 lalu kita kembali dikagetkan oleh ledakan dahsyat yang memporak-porandakan Hotel J.W. Marriot dan Hotel Ritz Carlton, Kuningan – Jakarta. Ledakan bom ini menghancurkan sebagian fasilitas kedua Hotel tersebut dan juga menewaskan beberapa orang.
Bom berasal dari bahasa Yunani, boubos (bombos), istilah ini meniru suara ledakan bom dalam bahasa tersebut. Bom merupakan jenis senjata. Pemakaian kata Bom dalam Militer biasanya digunakan untuk menyebut senjata peledak yang dijatuhkan tanpa pemandu dari pesawat udara. Senjata peledak Militer lainnya misalnya granat, ranjau, peluru kendali, peluru tidak disebut “bom”.
Bom bisa dikemas menjadi bermacam-macam, seperti bom yang dikemas dalam bentuk boks, kaleng, tas, tabung atau pipa, rompi, bom mobil, bom parsel. Nah, agar kita selalu waspada dan dapat terhindar dari musibah tersebut, ada baiknya kita mengenal lebih jauh tentang bom ini.
1. Apabila melihat paket atau tas yang ditinggalkan begitu saja di tempat ramai, Anda harus melakukan hal ini :
a. Tanya apakah ada orang yang memilikinya.
b. Kalau tidak ada pemiliknya, jangan memegangnya.
c. Katakan pada orang lain supaya menjauhinya.
d. Apabila ada di Mal atau di Gedung, hubungi petugas keamanan setempat.
2. Apabila terjadi ancaman bom :
a. Jangan panik.
b. Lapor kepada Aparat terdekat.
c. Di pusat keramaian, segera lapor pada satuan tugas, selanjutnya diumumkan kepada seluruh pengunjung areal lokasi.
d. Tinggalkan lokasi dan ajaklah masyarakat di sekitarnya untuk meninggalkan lokasi dengan tertib.
e. Bantu Aparat mengevakuasi anak-anak dan manula.
3. Jika Bom meledak :
a. Jangan panik. Lindungi diri anda sendiri dari puing-puing yang berjatuhan.
b. Jauhi sumber ledakan.
c. Pindah ke ruang terbuka atau daerah terlindung secepatnya dan tenang.
d. Jangan berkerumun atau ikut berkerumun, mungkin ada bom lain di tempat kejadian.
e. Jauhi gedung tinggi berjendela kaca dan jauhi mobil yang terbakar.
f. Taati instruksi Aparat yang berwenang.
g. Kenali cirri-ciri tersangka : raut muka, hidung, alis, mata, jenis rambut, warna kulit, tinggi badan dan cirri-ciri menonjol lainnya.
h. Apabila ada informasi orang yang dicurigai, segera hubungi polisi.
4. Jika terjadi kebakaran :
a. Di gedung bertingkat :
1. Diam dekat lantai, karena asap dan panas naik.
2. Jangan menggunakan lift, keluarlah dari pintu darurat.
3. Hati-hati membuka pintu, kalau panas kemungkinan ada api dibaliknya.
b. Di tempat terbuka :
1. Jauhi lokasi sesegera mungkin.
2. Laporkan kepada petugas setempat dan segera mencari bantuan.
3. Mengajak masyarakat untuk mengamankan lokasi.
4. Jika diperlukan, siap untuk membantu petugas.
5. Apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat :
a. Tetap tenang dan tenangkan yang lain.
b. Periksa cedera lebih dahulu, obati luka anda sendiri supaya
anda dapat membantu orang lain.
c. Pastikan anggota keluarga, terutama anak-anak, orangtua atau mereka yang tinggal sendirian selamat.
d. Selama dalam keadaan darurat, lihat televise atau dengarkan radio untuk memantau informasi terakhir.
e. Kalau gelap, periksa kerusakan dengan menggunakan lampu senter, jangan gunakan korek api kalau-kalau ada gas di udara.
f. Apabila tercium gas, matikan katup gas utama. Ajak semua orang keluar.
g. Hubungi dan beri kabar seseorang yang terdekat bahwa anda selamat.
5. Apabila menerima benda atau paket yang mencurigakan :
a. Jangan membukanya.
b. Jauhi paket itu dan dengan segera semua orang keluar.
c. Segera telepon ke :
Mabes POLRI : 021.7218.108 , 021.7218.309
Posko Anti Teror/DKPT : 021.3459.817
Polda Metro Jaya : Piket Intel : 021.5234.239, Piket Serse : 021.5234.846
Polda setempat.
6. Tunggu di tempat yang aman, hingga petugas atau aparat yang berwenang datang dan taati instruksi (Redaksi TEUs).
|
|
|
|
| |
Average Score: 5 Votes: 1

| |
|